Kepergian Mulia di Tanah Suci: Wafat Saat Umroh di Mekkah

Kategori : Haji, Umroh, News Article, Berita, Ditulis pada : 13 November 2025, 14:47:54

Kepergian Mulia di Tanah Suci: Wafat Saat Umroh di Mekkah

Muhammad Hasanudin Zuhdi - Uhud Tour Blog
Kamis, 13 November 2025 14:47 WIB

 

Screenshot 2025-11-12 at 16.52.55.png

Perjalanan ibadah umroh dr. Azis Rahimahullah bersama Uhud Tour (Foto: Dimas/Dok. Umroh Plus Aqsha Uhud Tour 2025)

 

Jakarta – Inna lillahi wa inna ilaihi raji’ûn… Telah berpulang ke Rahmatullah dr. Abdul Azis Mappanganro, Sp.U, Rahimahullah. Beliau adalah salah satu jamaah sekaligus Owner Uhud Tour Makassar. 

Beliau menghembuskan napas terakhir di Kota Mekkah Al-Mukarramah, Arab Saudi, sehari setelah menjalankan ibadah umroh. Sebelumnya beliau juga telah berziarah ke negeri para Nabi, Masjid Al-Aqsha di Palestina, kemudian ke Masjidil Nabawi di Madinah, dan Masjidil Haram di Kota Mekkah.

Kepergian beliau di Tanah Suci menjadi saksi bahwa meninggal saat menjalankan ibadah di Tanah Suci termasuk dalam kemuliaan. Seperti pada sabda Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassalam yang berbunyi:

إذا قضى الله لعبدٍ أن يموت بأرضٍ جعل له إليها حاجة

“Jika Allah telah menetapkan seorang hamba mati di suatu negeri, maka Dia akan menjadikan ia memiliki keperluan ke negeri itu.” (HR. Tirmidzi No. 2147)

 

Sekilas Biografi dr. Abdul Azis

dr. Azis lahir di Nipah Panjang pada 17 Mei 1977. Ia dikenal sebagai sosok dokter spesialis urologi yang berdedikasi tinggi, sekaligus Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar dan Direktur di rumah sakit terkemuka di Sulawesi Selatan.

Lebih dari sekadar karier medis, beliau aktif dalam dunia kemanusiaan dan relawan. Ia memimpin organisasi seperti Masyarakat Hijrah Tanpa Nama (Mahtan) dan Komunitas Relawan Emergensi Indonesia (KREKI) Sulsel yang turun langsung membantu masyarakat terdampak bencana.

Selama pandemi COVID-19, beliau juga menjadi garda terdepan sebagai Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Makassar. Dedikasi dan pelayanan kemanusiaannya membuat banyak pihak mengenang beliau sebagai teladan. 

 

Detik-Detik Akhir Perjalanan Mulia

Screenshot 2025-11-12 at 16.49.53.png

dr. Azis Rahimahullah bersama para jamaah umroh menghadiri kajian yang dibawakan oleh Ustadz Khalid Basalamah (Foto: Dimas/Dok. Umroh Plus Aqsha Uhud Tour 2025)

 

Dari kronologi yang kami kumpulkan, kepergiannya terjadi setelah rangkaian ibadah umroh yang dilaksanakan pada tanggal 1 November 2025. Malam harinya pun beliau masih menjalani aktivitas.

Menurut salah satu pengurus rombongan umroh Uhud Tour, Ramadhan Asbir (33), beliau sempat ditemani istri dan berbicara ringan malam sebelumnya

“Kami masih ketawa karena satu kejadian lucu,” kata Rama.

Setelah menunaikan umroh bersama rombongan Uhud Tour, dr. Azis masih menjalankan thawaf, tahalul, hingga sholat Shubuh di Masjidil Haram bersebelahan dengan pembimbing ibadah umroh, Ustadz Khalid Basalamah Hafizahullah.

Keesokan paginya, pada tanggal 2 November 2025 sekitar pukul 07.30 WIB, beliau mulai merasakan sesak di dada dan sempat dibantu dengan kursi roda menuju rumah sakit terdekat di kawasan Jabal Omar, Mekkah –  مركز طوارئ و رعاية حرجة  (Emergency & Critical care Center).

Sekitar pukul 08.30, beliau dirawat di ruang ICU. Tim medis segera memberikan tindakan awal dan beberapa obat untuk membantu pernapasannya. Namun, kondisi beliau semakin menurun.

Tim dokter sempat berencana memindahkan dr. Azis ke rumah sakit yang lebih besar untuk menjalani tindakan operasi jantung. Namun, rencana itu tertunda karena kondisi tekanan darah dan jantung beliau yang masih belum stabil.

Sayangnya, keadaan beliau terus menurun. Sekitar waktu sebelum adzan Ashar di Mekkah, kabar duka datang. dr. Abdul Azis Mappanganro Sp.U dinyatakan wafat di ruang ICU, setelah berjuang melawan sesak napas di hari terakhirnya.

Pada Selasa dini hari, 3 November 2025 pukul 02.30 waktu Mekkah, jenazah beliau dimandikan sesuai syariat Islam dan disiapkan untuk dishalatkan. Setelah itu, jenazah dibawa menuju Masjidil Haram, yang diiringi oleh keluarga, kerabat dekat, serta rombongan Uhud Tour yang dipimpin langsung oleh Ustadz Khalid Basalamah.

Usai shalat Shubuh yang diimami oleh Syaikh Dr. Maher Al-Mu’aiqly, jenazah dr. Azis Rahimahullah dishalatkan di Masjidil Haram yang disaksikan dan diikuti oleh ribuan umat muslim dari berbagai negara yang juga sedang menunaikan ibadah di rumah Allah tersebut.

Screenshot 2025-11-13 at 11.35.59 (2).png

Jenazah dr. Azis Rahimahullah diantarkan ke peristirahatan terakhirnya oleh para jamaah umroh dan juga Ustadz Khalid Basalamah (Foto: Dimas/Dok. Umroh Plus Aqsha Uhud Tour 2025)

 

Setelah dishalatkan, jenazah dibawa menuju ke مقبرة الشرائع, مكة (Pemakaman Alsharaai’, Mekkah) untuk dimakamkan. Proses pemakaman dilakukan dengan penuh khidmat. Ustadz Khalid Basalamah, bersama putra dan kakak dr. Azis Rahimahullah, turun langsung ke liang lahat untuk mengantarkan jasad beliau ke makamnya.

Usai pemakaman, Ustadz Khalid Basalamah menyampaikan tausiah singkat, menenangkan hati keluarga dan jamaah yang hadir, serta mengingatkan tentang kemuliaan wafat di Tanah Suci setelah ibadah.

Menurut kesaksian rekan beliau, dr. Azis Rahimahullah mengalami serangan jantung yang menyebabkan sesak napas hebat, dan dari situlah Allah ﷻ memanggil beliau dalam keadaan husnul khatimah — wafat setelah umroh, dishalatkan di Masjidil Haram, dan dimakamkan di bumi Mekkah yang penuh keberkahan.

 

Warisan dan Inspirasi yang Ditinggalkan

Screenshot 2025-11-12 at 16.55.20.png

Tempat pemakaman dr. Azis Rahimahullah di Alsharaai’, Mekkah (Foto: Dimas/Dok. Umroh Plus Aqsha Uhud Tour 2025)

 

Kepergian dr. Azis di Tanah Suci menjadikannya simbol pengabdian tanpa batas mulai dari pelayanan medis, pengajaran, kemanusiaan hingga menapaki langkah ibadah terakhir di Baitullah. Banyak rekan sejawat dan murid yang mengenang sosoknya yang murah senyum, ramah, dan tulus membantu sesama. 

Meninggal dunia saat menjalankan ibadah menjadi impian setiap muslim yang rindu bertamu ke Baitullah dan dr. Abdul Azis Rahimahullah menjalankan impian itu dengan kesungguhan.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni dosa-dosanya, dan menempatkannya di surga yang paling mulia bersama para Nabi dan orang-orang shalih.

Kepada keluarga besar dr. Azis, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencurahkan kesabaran, keteguhan, dan keikhlasan.

Semoga kepergian beliau menjadi ladang amal yang terus mengalir hingga hari kiamat, dan menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berbuat baik, memperkuat iman, dan mempersiapkan diri menuju Tanah Suci dengan persiapan yang matang. Aamiin…

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id