SUNNAH YANG TERLUPAKAN

Kategori : Haji, Umroh, News Article, Ditulis pada : 07 Juli 2025, 09:41:22

AMALAN SUNNAH YANG SERING TERLUPAKAN SAAT HAJI DAN UMROH

Saat melaksanakan ibadah Haji dan Umroh terkadang kita fokus pada ibadah yang wajibnya saja, sehingga seringkali ibadah sunnah terlupakan. Ibadah sunnah ini dianggap kecil, namun amalan ini bisa menambah pahala. Contohnya, mandi ihram, mengenakan wewangian sebelum ihram bagi laki-laki, membaca doa saat memasuki Masjidil Haram, dan membaca talbiyah dengan khusyuk. 

Berikut beberapa amalan sunnah yang sering terlupakan jamaah:

umroh.png

  1. Persiapan Sebelum Ihram: 

Mandi Ihram: Mandi bersih sebelum memulai ihram, termasuk sunnah yang penting. 

وَعَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ ( { أَنَّ اَلنَّبِيَّ ( تَجَرَّدَ لِإِهْلَالِهِ وَاغْتَسَلَ } رَوَاهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَحَسَّنَهُ

"Dari Zaib bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melepas pakaian ketika ihram lalu bertalbiyah (ihlal), lalu mandi." 

(Hadits ini hasan diriwayatkan oleh Tirmidzi) [HR. Tirmidzi, no. 830].

 

Memakai Wewangian: Bagi laki-laki, memakai wewangian sebelum ihram juga termasuk sunnah. 

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: { كُنْتُ أُطَيِّبُ رَسُولَ اَللَّهِ ( لِإِحْرَامِهِ قَبْلَ أَنْ يُحْرِمَ, وَلِحِلِّهِ قَبْلَ أَنْ يَطُوفَ بِالْبَيْتِ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

“Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku pernah memberi wewangian pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk ihramnya sebelum berihram dan untuk tahallulnya (setelah melempar jumrah ‘Aqobah dan mencukur) sebelum beliau thawaf ifadah keliling Kabah.”.

(Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 1539 dan Muslim, no. 1189] 

 

  1. Perjalanan Menuju Makkah: 

Membaca Doa Saat Masuk Kota Makkah: Membaca doa khusus saat memasuki kota Makkah sebagaimana diriwayatkan imam nawawi. 

اللَّهُمَّ هَذَا حَرَمُكَ وَأَمْنُكَ، فَحَرِمْ لَحْمِي وَدَمِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَ آمِنِيْ مِنْ عَذَابِكَ  يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ أَوْلِيَا بِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ، يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

Artinya: "Ya Allah, ini adalah tanah haram-Mu dan negeri aman-Mu. Haramkanlah daging, darah dan kulitku atas api neraka. Dan amankanlah aku dari azab-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu. Dan jadikanlah aku termasuk kelompok kekasih-Mu dan orang-orang yang rajin serta taat  kepada-Mu, wahai Rabb seru sekalian alam."

(Kitab Al Adzkar Li An Nawawi hal.193)

 

Membaca Talbiyah: Membaca talbiyah dengan khusyuk saat perjalanan menuju Makkah. 

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ, لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ, إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِييكَ لَكَ.

"Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah milik-Mu, begitu juga seluruh kerajaan, tidak ada sekutu bagi-Mu"

 

  1. Di Masjidil Haram: 

Masuk dengan Kaki Kanan: Memasuki Masjidil Haram dengan kaki kanan dan membaca doa. 

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَالسَّلَامَ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْجَلَالِ وَاْلإِكْرَامِ. اَللّٰهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَمَغْفِرَتِكَ وَأَدْخِلْنِيْ فِيْهَا. بِسْمِ اللهِ وَاالْحَمْدُ ِللهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى رَسُوْلِ اللهِ

Artinya: “Ya Allah Engkau sumber keselamatan, dan dariMu lah datangnya keselamatan itu semua. Maka sambutlah kami wahai Tuhan dengan selamat sejahtera dan masukanlah kami ke dalam surga negeriMu yang bahagia, Maha Pemberi berkat dan Maha Tinggi lah Engkau wahai Tuhan yang punya keagungan dan kehormatan. Ya Allah bukakanlah untukku pintu rahmat dan ampunan, masukkanlah aku ke dalam ampunanMu. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah shalawat dan salam untuk Rasulullah”.

 

Shalat Sunnah Tawaf: Shalat sunnah dua rakaat setelah tawaf qudum. 

رَكْعَتَا الطَّوَافِ سُنَّةٌ عَلَى الْأَصَحِّ عِنْدَنَا وَبِهِ قَالَ مَالِكٌ وَأَحْمَدُ وَدَاوُد وَقَالَ أَبُو حَنِيفَةَ وَاجِببَتَانِ

“Dua rakaat setelah tawaf hukumnya sunnah menurut pendapat yang lebih shahih menurut kami Syafi’iyah. Selaras dengan pendapat ini, Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Daud yang menyatakan sunnah. Sementara Imam Abu Hanifah hukumnya wajib”.

 

Mabit di Mina dan Muzdalifah: Menginap (mabit) di Mina dan Muzdalifah selama haji. 

Maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

من شهد صلاتنا هذه ، ووقف معنا حتى ندفع ، وقد وقف قبل ذلك بعرفة ليلاً أو نهاراً ، فقد تم حجه ، وقضى تفثه

“Siapa yang menyaksikan shalat kami ini, dan wukuf (di Muzdalifah) bersama kami hingga berangkat dan sebelumnya wukuf di Arafah baik di malam atau siang hari, maka hajinya sempurna dan telah bersihkan kotorannya.” 

(Tirmidzi 891)

 

  1. Selama Ibadah

Membaca Doa Melihat Ka'bah: Membaca doa saat melihat Ka'bah. 

اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً، وَزِدْ مَنْ شَرّفَهُ وَكَرّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِاعْتَمَرَهُ تَشْرِيففًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّا

Artinya: “Ya Allah, tambahkan kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kehebatan pada Baitullah ini. Tambahkan juga kemuliaan, kehormatan, keagungan, dan kebaikan untuk orang-orang yang berhaji atau berumrah yang memuliakan dan menghormati Ka’bah.”

 

Mencium Hajar Aswad: Mencium Hajar Aswad jika memungkinkan. 

Hadits berikut akan menjawab hal di atas.

عَنْ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ رَأَيْتُ عُمَرَ يُقَبِّلُ الْحَجَرَ وَيَقُولُ إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُقَبِّلُكَ لَمْ أُقَبِّلْكَ

“Dari ‘Abis bin Robi’ah, ia berkata, “Aku pernah melihat ‘Umar (bin Al Khottob) mencium hajar Aswad. Lantas ‘Umar berkata, “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu.” 

(HR. Bukhari no. 1597, 1605 dan Muslim no. 1270)


Shalat di Hijir Ismail: Shalat di Hijir Ismail, yang merupakan bagian dari Ka'bah. 

Dari Aisyah radhillahu anha, dia berkata,

سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْجَدْرِ أَمِنَ الْبَيْتِ هُوَ  ؟ قَاالَ نَعَمْ قُلْتُ : فَمَا لَهُمْ لَمْ يُدْخِلُوهُ فِي الْبَيْتِ ؟ قَالَ إِنَّ قَوْمَكِ قَصَّرَتْ بِهِمْ النَّفَقَةُ.(رواه البخاري، رقم 1584 ومسلم، رقم 1333)

“Aku bertanya kepada Nabi sallallahu alaihi wa sallam tentang dinding (maksudnya hijr Ismail) apakah ia termasuk Ka’bah?” Beliau menjawab, “Ya.” Saya bertanya, “Kenapa mereka tidak memasukkan ke dalam Ka’bah?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya kaum anda kekurangan dana.”.

(HR. Bukhari, 1584 dan Muslim, 1333)

 

  1. Setelah Ibadah

Tawaf Wada': Tawaf wada' sebelum meninggalkan Makkah. 

Sebab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

لاَيَنْفِرَنَّ أَحَدٌمِنءكُم حَتَّى يَكُوْنَ آخِرُ عَهْدَهُ بِالْبَيْتِ

“Janganlah seseorang di antara kamu pulang melainkan akhir yang dilakukannya adalah thawaf di Baitullah” 

(Hadits Riwayat Muslim dalam shahihya dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu)

 

Membaca Doa Saat Pulang: Membaca doa saat pulang ke kampung halaman. 

اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا

"Semoga Allah menganugerahkan haji yang mabrur, usaha yang disyukuri dan dosa yang diampuni".

Begitu pula diucapkan pada orang yang baru pulang dari haji.

 

Ifrad: Niat melaksanakan haji secara terpisah dari umrah (Ifrad) juga merupakan sunnah yang bisa diamalkan. 

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: { خَرَجْنَا مَعَ اَلنَّبِيِّ ( عَامَ حَجَّةِ اَلْوَدَاعِ, فَمِنَّا مَنْ أَهَلَّ بِعُمْرَةٍ, وَمِنَّا مَنْ أَهَلَّ بِحَجٍّ وَعُمْرَةٍ, وَمِنَّا مَنْ أَهَلَّ بِحَجٍّ, وَأَهَلَّ رَسُولُ اَللَّهِ ( بِالْحَجِّ, فَأَمَّا مَنْ أَهَلَّ بِعُمْرَةٍ فَحَلَّ, وَأَمَّا مَنْ أَهَلَّ بِحَجٍّ, أَوْ جَمَعَ اَلْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ فَلَمْ يَحِلُّوا حَتَّى كَانَ يَوْمَ اَلنَّحْرِ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun haji wada’. Di antara kami ada yang berihram untuk umrah, ada yang berihram untuk haji dan umrah, dan ada yang berihram untuk haji saja. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berihram untuk haji. Bagi yang berihram untuk umrah, ia boleh tahallul setelah itu. Siapa yang bertahalul untuk haji atau menggabungkan antara haji dan umrah, maka ia tidaklah tahallul kecuali hari Nahr (Idul Adha, 10 Dzulhijjah).”

(Muttafaqun ‘alaih-HR. Bukhari, no. 1562 dan Muslim, no. 1211, 118)

 

Tawaf Qudum: Thawaf Qudûm adalah thawaf  yang dilakukan oleh orang yang baru tiba di Mekah sebagai penghormatan terhadap Ka’bah dan disyari’atkan bagi orang yang datang dari luar Mekah sebagai penghormatan kepada Baitullah (Ka’bah).

Membaca Doa Setelah Shalat: Membaca doa setelah shalat, terutama shalat sunnah tawaf. 

 

  1. Berinfaq Dan Bersedekah 

Berinfak dan bersedekah di Tanah Suci memiliki keutamaan yang besar. Manfaatkan kesempatan ini untuk membantu sesama, terutama yang membutuhkan. Rasulullah SAW bersabda, 

الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطَايَا كَمَا يُطْفِىءُ الْمَاءُ النَّارَ 

Sedekah itu menghapus kesalahan seperti air memadamkan api. 

(HR Tirmidzi)

 

Dengan menjalankan sunnah-sunnah ini, diharapkan ibadah haji dan umrah menjadi lebih sempurna dan pahalanya lebih besar

#Uhud Tour Trvael Haji dan Umroh Terbaik.

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id