Mina


Mina adalah sebuah lembah di padang pasir yang terletak sekitar 5 kilometer sebelah Timur kota Mekkah, Arab Saudi. Ia terletak di antara Mekkah dan Muzdalifah. Mina mendapat julukan kota tenda, karena berisi tenda-tenda untuk jutaan jamaah haji seluruh dunia. Tenda-tenda itu tetap berdiri meski musim haji tidak berlangsung. Mina paling dikenal sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan lempar jumrah dalam ibadah haji. Mina dimulai dari tempat pemberhentian Aqabah hingga ke Wadi Muhassir, Muzdalifah. Mina dimulai dari Wadi Muhassir hingga ke perbatasan Tanah Haram, dan posisi Arafah berada di luar Tanah Haram. Mina adalah dua jalan di antara bukit yang dihubungkan oleh beberapa lorong di antara keduanya. Masjid Mina terdapat di sebelah kanan raya, sedangkan Masjid al-Kabsy berada di dekat Aqabah. Di Mina, terdapat beberapa pabrik dan sumur, kedai, juga toko-toko. Mina pun disebutkan sebagai tempat suci yang paling dekat dengan Makkah. Kemasyhurannya tidak disangkal. Di sana, terdapat sejumlah peninggalan bersejarah seperti tempat tiga jumrah, Masjid al-Khaif, dan Masjid al-Kabsy. Masjid al-Khaif merupakan masjid di mana Nabi Muhammad SAW melakukan salat dan khutbah ketika berada di Mina saat melaksanakan ibadah haji. Mina didatangi oleh jamaah haji pada tanggal 8 Dzulhijah atau sehari sebelum wukuf di Arafah. Jamaah haji tinggal di sini sehari semalam sehingga dapat melakukan salat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh. Kemudian setelah sholat Subuh tanggal 9 Dzulhijah, jamaah haji berangkat ke Arafah. Jamaah haji datang lagi ke Mina setelah selesai melaksanakan wukuf di Arafah. Jamaah haji ke Mina lagi karena para jamaah haji akan melempar jumrah. Tempat atau lokasi melempar jumrah ada 3 yaitu Jumrah Aqabah, Jumrah Wusta dan Jumrah Ula. Di Mina jamaah haji wajib melaksanakan mabit (bermalam) yaitu malam tanggal 11,12 Dzulhijah bagi jamaah haji yang melaksanakan Nafar Awal atau malam tanggal 11,12,13 dzulhijah bagi jamaah yang melaksanakan Nafar Tsani. Oleh orang-orang Arab, Mina disebut dengan nama Muna yang berarti pengharapan. Menurut riwayat, di Mina inilah hati Nabi Adam AS dibisiki bahwa dia memperoleh harapan, setelah 200 tahun berpisah akan bertemu dengan isterinya, Siti Hawa. Dan dengan izin Allah SWT, beberapa hari kemudian Nabi Adam AS memang benar-benar bertemu dengan Siti Hawa yaitu di Jabal Rahmah, sebuah bukit kecil di sekitar Padang Arafah. Kalau diartikan secara harfiyah, Mina sebenarnya berarti tempat ‘tumpah darah binatang’ yang disembelih. Ini sesuai dengan keadaan yang berlaku bahwa di daerah ini setiap tahun disembelih sekitar satu juta qurban yang terdiri dari unta, sapi, domba dan kambing. Maka kawasan 7 km di sebelah timur Masjidil Haram ini diberi nama Mina. Pada hari-hari biasa Mina tidak berpenduduk walaupun banyak bangunan permanen. Namun pada setiap tanggal 10 Dzulhijah dan beberapa hari sebelum dan sesudahnya bangunan berupa tenda penginapan itu pasti dipadati tidak kurang dari dua juta jemaah. Berhubung lokasi tersebut merupakan kawasan yang diperuntukkan khusus untuk salah satu tempat pelaksanaan ibadah haji, maka daerah ini diharamkan untuk dimiliki oleh perorangan, seperti diutarakan oleh Aisyah, ‘Ya Rasulallah, perlukah kami buatkan rumah di Mina untuk Anda berteduh ?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Jangan ! Sesungguhnya Mina adalah tempat duduk orang yang lebih dulu datang’.
  • Head Office

    Ajwad Resto - Lantai 3

    Jl. Condet Raya No. 50, RT.1/RW.3
    Batu Ampar, Kramatjati, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta 13520

    Jam Kerja

    Senin - Jumat : 09:30 - 18:00 WIB

    Sabtu & Ahad : hanya lewat WhatsApp

    Phone

    : 0877-7111-1142 Customer Service