Jalan Corniche Laut Merah


Kota Jeddah memiliki garis pantai Laut Merah sepanjang 80 kilometer, sehingga sehingga sering disebut sebagai the bride from the red sea atau pengantin laut merah. Dinamakan Laut Merah karena banyak ganggang berwarna merah yang ada di dalam air laut, sehingga terlihat berwarna merah. Di sekitarnya, pesisir pantainya landai, tidak luas dan banyak ditemui pondokan dengan tempat duduk yang nyaman, dipayungi atap-atap yang membuat suasananya adem. Setidaknya, ada dua obyek wisata yang menjadi tujuan berwisata ke Kota Jeddah, yakni Laut Merah dan Pasar Balad Corniche. Pernah mendengar nama Masjid Terapung di Kota Jeddah, Arab Saudi? Masjid yang beralamat di Jalan Corniche, Kompleks Al Shati, Jeddah, Arab Saudi ini bisa dikunjungi saat sedang jalan-jalan ke jazirah Arab. Masjid ini berada di atas perairan Laut Merah. Memang masjid ini tidak sepenuhnya terapung, namun jika Laut Merah sedang pasang, masjid yang bernama asli Masjid Al Rahma ini akan tampak seperti bangunan yang muncul dari dasar Laut Merah. Masih di kawasan Laut Merah, objek yang selalu menjadi sasaran jamaah haji dan jamaah umrah dari berbagai negara adalah Balad Corniche Commercial Center. Pusat perdagangan yang terkenal dengan sebutan Pasar Balad ini adalah salah satu ikon Kota Jeddah. Maklum, sejak didirikan pada 674 Masehi oleh Khalifah Utsman bin Affan, Jeddah memang merupakan titik temu lalu lintas perdagangan yang dilakukan para saudagar Yaman dan Eropa. Pasar Balad ibarat monumen hidup aktivitas perdagangan di kota pelabuhan utama jazirah Arab ini. Selain jamaah umrah dan haji serta wisatawan luar negeri, Pasar Balad selalu disesaki penduduk asli Jeddah. Pasar Balad tak ubahnya pasar Tanah Abang yang menjadi pusat grosir konveksi terbesar di Asia Tenggara. Di Pasar Balad banyak dijual suvenir khas Arab Saudi, seperti sajadah, tasbih, abaya, parfum, dan lain sebagainya. Jamaah haji dan umrah asal Indonesia adalah pembeli yang sangat disukai para pedagang di pasar ini. Alasannya, mereka menilai jamaah Indonesia paling senang berbelanja dan mengeluarkan banyak uang di pasar tersebut. Tak heran, banyak toko di pasar ini menggunakan kata murah di belakang nama tokonya. Sebut saja Ali Murah, Toko Murah, Toko Gani Murah, Toko Kamal Murah, Toko Sultan Murah, dan lain sebagainya. Karena alasan inilah banyak pelayan toko yang bisa berbahasa Indonesia. Jamaah bisa tidak merasa sedang berada di negara asing saat berada di pasar ini. Selain kualitas barang yang tidak kalah dengan barang-barang buah tangan yang dijual di Makkah dan Madinah, Pasar Balad punya kelebihan tersendiri. Harga barang di pasar ini relatif lebih murah dengan toko-toko di Makkah dan Madinah. Apalagi jika jamaah membeli barang-barang incarannya dalam jumlah banyak. Harga barang yang dijual secara lusinan lebih murah dibandingkan dengan harga barang yang dijual eceran atau satuan.
  • Head Office

    Ajwad Resto - Lantai 3

    Jl. Condet Raya No. 50, RT.1/RW.3
    Batu Ampar, Kramatjati, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta 13520

    Jam Kerja

    Senin - Jumat : 09:30 - 18:00 WIB

    Sabtu & Ahad : hanya lewat WhatsApp

    Phone

    : 0877-7111-1142 Customer Service