Gua Hira


Gua Hira adalah tempat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam menerima wahyu dari Allah yang pertama kalinya melalui malaikat Jibril. Gua tersebut sebagai tempat Nabi Muhammad menyendiri dari masyarakat yang pada saat itu masih belum mengesakan Allah dalam peribadahan. Gua Hira terletak di negara Arab Saudi. Letaknya pada tebing menanjak yang agak curam walau tidak terlalu tinggi, oleh karena itu untuk menuju gua itu setiap orang harus memiliki fisik yang kuat. Gua Hira menjadi saksi turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seperti diketahui, wahyu pertama adalah Surat Al-Alaq ayat 1 sampai 5. Terletak di Jabal Nur (Gunung Cahaya) pada ketinggian 634 meter, Gua Hira berjarak empat kilometer dari Ka’bah di Makkah. Gua menghadap utara dan titik masuknya mengarah langsung ke Ka’bah. Gunung ini terletak sekitar enam kilometer sebelah utara Masjidil Haram. Sekitar lima meter dari puncak gunung, terdapat sebuah lubang kecil. Itulah yang disebut Gua Hira, di mana Nabi Muhammad Saw mendapat wahyu pertamanya. Gua Hira adalah gua kecil. Panjangnya 3,5 meter dan lebar 1,5 meter, serta letaknya berada 4 meter dari atas bagian puncak gunungnya. Dengan kemiringan 60 derajat, berjalan menuju gua tersebut sedikit sulit dan butuh stamina. Dengan luas dimensi seperti itu, gua ini hanya cukup digunakan untuk shalat dua orang. Di bagian kanan gua terdapat teras dari batu yang hanya cukup digunakan untuk shalat dalam keadaan duduk. Sedangkan tinggi puncak Jabal Nur kira-kira dua ratus meter, di sekelilingnya terdapat sejumlah gunung, batu bukit dan jurang. Letak Gua Hira di belakang dua batu raksasa yang sangat dalam dan sempit dengan ketinggian sekitar dua meter. Di bagian ujung kanan gua terdapat lubang kecil yang dapat dipergunakan untuk memandang kawasan bukit dan gunung arah Makkah. Untuk menuju puncak gunung, seseorang rata-rata memerlukan waktu selama satu jam bahkan lebih dari dasar gunung. Medannya cukup sulit karena tidak ada titian tangga. Para peziarah harus mendaki melewati batu-batu terjal. Jalan bertangga hanya ditemukan setelah tiga perempat perjalanan. Namun menjelang puncak gunung, medannya sedikit ringan, peziarah bisa mendaki dengan santai. Begitu tiba di depan pintu gua, terdapat tulisan Arab ‘Ghor Hira’ dengan cat warna merah. Di atas tulisan itu terdapat tulisan dua ayat pertama Surat Al-Alaq dengan cat warna hijau. Gua Hira terletak persis di samping kiri tulisan tersebut. Dengan kondisi seperti itu, Gua Hira merupakan tempat yang ideal di Makkah bagi Nabi Muhammad untuk bertahannuts. Suasananya tenang, dan jauh dari keriuhan kota Makkah kala itu. Dan tentu saja, Nabi Muhammad telah mempertimbangkan dengan matang pemilihan gua ini sebagai tempatnya 'mencari' Tuhan. Beliau juga telah memperbincangkan tempat itu dengan istrinya, Khadijah binti Khuwailid. Oleh sebab itu, terkadang di malam yang pekat, Khadijah beberapa kali mengunjungi Nabi Muhammad. Dapat dibayangkan bagaimana beratnya medan yang ditempuh Khadijah Al-Kubra saat itu, ketika mengunjungi suaminya di Gua Hira. Di Gua Hira, Rasulullah pernah mengalami ketakutan yang amat sangat, usai menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui malaikat Jibril. Saat pulang ke rumah, tubuhnya gemetar, hingga sang istri, Khadijah, harus menyelimuti dan menemaninya sampai hilang rasa takut itu. Para ahli sejarah meyakini peristiwa itu terjadi pada 17 Ramadhan 41 Hijriyah (6 Agustus 610 Masehi). Diketahui beberapa tahun sebelum dan setelah menikahi Khadijah binti Khuwalid, Muhammad SAW kerap menyendiri dan menyepi di Gua Hira untuk melakukan Tahanus (tafakur). Muhammad SAW biasanya pergi dengan berbekal makan dan minum secukupnya. Jika bekalnya habis, Rasulullah akan pulang mengambil bekal untuk hari-hari berikutnya, sampai suatu ketika datanglah malaikat Jibril membawa wahyu pertama, surah Al-Alaq ayat 1-5, yang membuatnya gelisah dan ketakutan. Hari itu, kala Nabi Muhammad tengah khusyuk bertafakur, ia menerima wahyu pertama. “Bacalah, dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS Al-Alaq: 1-5).
  • Head Office

    Ajwad Resto - Lantai 3

    Jl. Condet Raya No. 50, RT.1/RW.3
    Batu Ampar, Kramatjati, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta 13520

    Jam Kerja

    Senin - Jumat : 09:30 - 18:00 WIB

    Sabtu & Ahad : hanya lewat WhatsApp

    Phone

    : 0877-7111-1142 Customer Service